16 Bakteri Penghuni Mulut yang Mengerikan

Mulut adalah bagian yang paling penting dalam proses pencernaan makanan. Karena melalui mulutlah makanan bisa masuk serta merasakan kenikmatan dari makanan yang kita makan tersebut. Di dalam mulut terdapat gigi untuk mengunyah, lidah perasa makanan yang masuk dalam mulut, dan juga air liur sebagai pelarut alami. Begitu banyak peranan mulut, tanpa mulut kita tidak bisa berbicara, makan, menguyah, bahkan tidak tahu bagaimana rasa suatu makanan. Makanya, bersyukurlah kita memiliki mulut yang sangat berguna ini. Selain itu kita juga harus menjaganya, agar fungsi-fungsi tersebut tidak menghilang dari diri kita. Untuk itulah Anda perlu mengetahui 25 cara terampuh basmi bakteri yang ada dalam mulut.

Bakteri penghuni mulut
Sumber: Google
Tahukah kalian, dari begitu banyak manfaat mulut. Ternyata mulut menjadi tempat yang sangat disukai oleh bakteri. Hal itu dikarenakan, mulut adalah tempat yang hangat dari tempat yang lainnya. Maka dari itu bakteri sangat suka tinggal di mulut. Ada sekitar 10 pangkat 10 bakteri yag tinggal di mulut kita. Nah, apakah kalian tahu bakteri apa saja yang mendiami mulut kita, yang dapat menyebabkan mulut kita berbau, gusi bengkak, gigi berlubang, dan masih banyak lagi masalah mulut lainnya. Untuk kali ini, saya akan menjabarkan bakteri yang ada di dalam mulut kita. Sebelum membahas bakteri apa saja yang tinggal di mulut kita, alangkah lebih baik kita mengetahui apa itu bakteri.
Nah, bakteri itu sendiri adalah organisme bersel tunggal (sendiri) yang hidup bebas dan mampu bereproduksi sendiri, tetapi menggunakan hewan sebagai pejamu untuk mendaaptkan makanan. Bakteri tidak memiliki inti sel. Sebagian bakteri membentuk kapsul yang mengelilingi dinding sel sehingga bakteri tersebut lebih tahan terhadap serangan system imun pejamu. Bakteri lain mengsekresi protrin yang menurunkan kerentaan terhadap antibiotic standar. Bakteri dapat bersifat aerob dan anairob. Seringkali bakteri mengeluarkan toksin yang secara spesifik merusak pejamu.
Ternyata bakteri itu adalah organisme yang sangat kecil, saking kecilnya tak terlihat dengan mata telanjang. Kalau ingin melihatnya harus menggunakan mikroscorp. Kita akan melihat begitu banyaknya bakteri yang hilir mudik berkeliaran ke sana ke sini. Menyeramkan sekali bukan. Baiklah setelah kita mengetahui pengertian apa itu bakteri, akan saya lanjutkan dengan bakteri yang menjadi penghuni mulut kita.
Bakteri Staphylococcus
Sumber: Google

1.   Bakteri Staphylococcus
      Adalah bakteri yang berukuran 0,8 µm yang berbentuk bulat dan tidak membentuk spora serta memproduksi enzim katalase. Bakteri ini dapat hidup dan tumbuh di dalam air garam dengan kepekaan 7,5 % sampai dengan 15 %, sifat ini di gunakan untuk percobaan kemampuan membunuh kuman penyakit. Bakteri Staphylococcus ini memiliki banyak varian dan salah satunya yang paling terkenal merusak adalah Staphylococcus mutans, bakteri ini sangat suka tinggal di permukaan gigi. Terutama pada orang-orang yang sangat suka mengonsumsi gula (sukrosa) dalam jumlah yang  banyak. Di mana bakteri ini akan memecah gula dan menghasilkan zat-zat yang membantu dirinya untuk melekatkan dirinya pada permukaan gigi. Saat terjadi pemecahan gula-gula, sejumlah asam laktat akan diproduksi sehingga dapat menurunkan pH yang dapat membantu pertumbuhan bakteri lactobacilli.
2.   Bakteri Streptococcus
      Adalah bakteri yang berbentuk bulat atau lonjong dan terdapat berpasangan atau berbentuk rantai, panjang rantai biasanya tergantung dengan kondisi lingkungan dimana bakteri ini hidup. Sekitar 30% samapai 60% bakteri streptococcus mendiami mulut kita. Bakteri ini memiliki banyak spesies, tapi spesies yang paling sering ditemukan adalah streptococcus salivarius, streptococcus sanguis, streptococcus mutans, dan juga streptococcus mitis. Streptococcus sering ditemukan melekat pada setiap sel epitel terlepas ada yang dipermukaan lidah. Dari beberapa jenis bakteri streptococcus yang ada. Terdapat  bakteri yang dapat menimbulkan caries pada gigi yaitu bakteri streptococcus sp. Dan adapun bakteri yang terdapat pada plak pada gigi adalah bakteri streptococcus dan Neisseria.
3.   Bakteri Neisseria
      Adalah jenis bakteri yang tidak dapat bergerak dan juga tidak memiliki spora. Bakteri Neisseria merupakan bakteri yang terdapat pada mucous membrane dari rongga mulut dan saluran nafas bagian atas. Bakteri ini dibagi menjadi beberapa spesies yaitu Neisseria gonorrhoeae, Neisseria sicca, Neisseria subflava, Neisseria flavescens, dan juga Neisseria mucosa. Akan tetapi, bakteri yang paling sering dibahas adalah bakteri Neisseria gonorrhoeae dan Neisseria meninngitidis (meningokokus) yang bersifat pathogen terhadap manusia. Bakteri Neisseria meningokokus secara khas ditemukan di dalam saluran pencernaan bagian atas dan merupakan penyebab dari penyakit meningitis, sedangkan untuk bakteri Neisseria gonorrhoeae biasanya merupakan penyebab dari infeksi saluran kelamin. Kebanyakan Neisseria ini tidak memproduksi asam dari karbohidrat seperti glukosa, maltose, sukrosa, dan fruktosa. Tetapi dapat membentuk asam dan tidak menghasilkan gas. Secara umum, bakteri ini dapat membentuk enzim cytochrome oxidase, yang terdapat pada mucous membrane dari rongga mulut dan saluran nafas bagian atas serta pada plak gigi.
4.   Bakteri Corynebacterium Diphtheria
      Adalah jenis bakteri yang tidak dapat bergerak, tidak meiliki spora dan  juga berbentuk batang. Terdapat tiga subspecies yaitu, Corynebacterium Diphtheria Mitis, Corynebacterium Diphtheria Intermedius dan Corynebacterium Diphtheria Gravis. Dari ketiga jenisnya ini memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam mengolah zat gizi tertentu. Semuanya dapat menjadi berbahaya yang menyebabkan difteri atau tidak berbaha sama sekali pada menusia. Menurut sebuah penelitian bakteri Corynebacterium Diphtheria atau yang juga dikenal dengan bakteri Klebs Loffler ini adalah bakteri pathogen yang dapat menyebabkan difteri berupa infeksi akut pada saluran pernapasan bagian atas.
Bakteri Peptococcus
Sumber: Google
5.   Bakteri Peptococcus
      Adalah jenis bakteri yang berbentuk bulat dengan ukuran 0,5-1 µm, pada pewarnaan dijumpai tunggal, berpasangan, tidak bergerak, dan juga tidak membentuk spora. Bakteri ini menggunakan peptone dan asam amino sebagai sumber energinya. Ternyata bakteri ini memiliki kemampuan yang cepat dalam mempermentasikan karbohidrat.
6.   Bakteri Eubacterium
      Adalah jenis bakteri yang bisa bergerak atau tidak bisa  bergerak dan juga tidak dapat membentuk spora. Bakteri selalu membentuk campuran asam organic yang dapat ditemukan dalam bentuk butiryc, acetic, dan formic acid yang berasal dari karbohidrat atau peptone.
7.   Bakteri Propionibacterium   
     Adalah jenis bakteri yang tidak dapat bergerak dan juga tidak dapat membentuk spora. Bakteri dapat dijumpai pada beberapa kultur dan sel kuman dapat tunggal, berpasangan, atau dalam bentuk Y dan V secara berkelompok.
8.   Bakteri Peptostreptococcus
      Adalah jenis bakteri yang berbentuk bulat sampai oval dengan ukuran 0,7-1 µm. saat proses pewarnaan ditemukan berpasangan dan rantai pendek atau panjang. Bakteri ini adalah jenis bakteri yang tidak dapat bergerak dan juga tidak membentuk spora sama halnya seperti peptococcus. Kebanyakan dari spesies ini menyebabkan fermentasi karbohidrat sehingga terbentuk berbagai asam organic dan gas. Bakteri Peptostreptococcus adalah bakteri yang bersifat anaerob yaitu bakteri yang hidup tanpa udara, bakteri ini hidup dan berkembang pada tempat-tempat yang tidak banyak mengandung oksigen. Bakteri ini merupakan salah satu bakteri yang paling sering menyebabkan infeksi pada rongga mulut. Misalnya yaitu terjadinya pembengkakan dan pendarahan pada bagian gusi, napas mengeluarkan bau yang tak sedap, dan adanya rasa sakit tenggorokan terasa dicekik. Kalau sudah sampai dengan infeksi yang berat, maka akan menyebabkan luka berdarah, bernanah, berbau busuk, bahkan menyebabkan kerusakan pada jaringan tersebut.

Bakteri Lactobaccillus sp.
Sumber: Google
9.   Bakteri Lactobaccillus sp.
      Adalah jenis bakteri yang kebanyakannya tidak dapat bergerak dan bersifat anaerob fakultatif, serta tidak membentuk spora. Bakteri ini adalah bakteri yang dianggap baik atau bersahabat. Bakteri ini juga sangat penting system kekebalan tubuh dan juga berperan dalam masalah pencernaan pada manusia. Hal ini dikarenakan bakteri ini dapat mengubah laktosa dan gula lainnya menjadi asam laktat. Berdasarkan penelitian di International University-Barselona Spanyol, ternyata bakteri Lactobaccillus sp. ini sangat berperan dalam menjaga kesehatan mulut kita, yaitu dapat mencegah gigi berlubang, radang gusi, bau mulut, dan masalah mulut lainnya. Bakteri ini banyak ditemukan di dalam produk makanan dan minuman, misalnya saja terdapat pada yogurt. Yang mana kita tahu bahwa yogurt itu sangat baik untuk kesehatan kita.
10. Bakteri Veillonella
      Adalah bakteri yang banyak ditemukan di rongga mulut, tidak dapat bergerak dengan ukuran 5 µm dan bakteri ini tidak memfermentasikan karbohidrat. Akan tetapi, bakteri ini memanfaatkan lactic, succinis, dan juga asam-asam lainnya sebagai sumber energinya. Genus veillonella inidibagi menjadi dua spesies, yaitu veillonella alcalescens dan veillonella parvula.
11. Bakteri Klebsiella sp.
      Adalah bakteri ynag berbentuk batang pendek dengan ukuran 0,5-1,5 µm dan tidak membentuk spora, serta tidak dapat bergerak. Tetapi mampu memfermentasikan karbohidrat membentuk asam dan gas. Dan juga mampu memproduksi enzim ESBL (Extended Spektrum Beta Lactamase)yang dapat melumpuhkan berbagai jenis antibiotic yang bekerja. Hal inilah yang dapat menyebabkan bakteri kebal dan suit untuk dibasmi. Bakteri ini dapaat menimbulkan berbagai macam penyakit yaitu mengalami kelainan pada bibir bagian atas, pipi, dan rahang bagian atas.

Bakteri Actinomycetaceae
Sumber: Google
12. Bakteri Actinomycetaceae   
     Adalah bakteri yang dulunya golongan Actinomyces, Arachnia, Bifidobacterium, dan Rothia tapi sekarang diklasifikasikan kedalam family Actinomycetaceae. Bakteri yang satu ini tidak dapat bergerak, tidak membentuk endospore, dan juga not acid-fast. Actinomycetaceae adalah bakteri yang hidupnya membutuhkan oksigen, mampu membentuk katalase, dinding selnya memiliki diaminopimelic acid (DAP), dapat memproduksi propionic dari glukosa, dan juga dapat menyebabakan suatu penyakit dikarenakan kuman yang terdapat di dalam mulut manusia. Kuman-kuman ini bisa masuk kedalam tubuh manusia melalui skstraksi pada gigi, berbagai prosedur operasi, fraktur rahang, pulpa yang terbuka karena karies, aspirasi dari paru-paru, atau juga bisa memalui trauma. Menurut sebuah penelitian, bakteri Actinomycetaceae pada manusia dapat menyebabkan karies pada gigi. Hal ini disebabkan karena kuman atau bakteri ini memproduksi extracellular polysaccharides tanpa sukrosa yang mampu membentuk plaque pada gigi.
13. Bakteri Bifidobacterium
      Adalah bakteri yang tidak dapat bergerak dan juga tidak membentuk spora yang mana merupakan ciri khas yang dimiliki oleh bakteri Bifidobacterium dari morpologinya. Bakteri ini memiliki bentuk yang seragam yaitu dengan bentuk bercabang seperti bifurcated Y, V, dan juga berkelompok. Mempunyai toleransi terhadap oksigen apabila juga terdapat karbondioksida dan juga bersifat anaeriobic. Hal ini dikarenakan bakteri ini memiliki kemampuan untuk memfermentasikan berbagai karbohidrat dan tidak dapat membentuk gas, dan menghasilkan produk acetic dan lactic acid. Menurut sebuah penelitian, bakteri Bifidobacterium ini memiliki spesies yaitu bacterionema matruchotti dan rothia       dentocariosa. Bakteri Bacterunema matruchotti banyak ditemukan pada plaque gigi dan juga calculus, tetapi bakteri ini tidak dinyatakan sebagai penyebab penyakit yang berbahaya pada manusia. Bakteri ini ternyata mempunyai peranan yang penting dalam pembentukan calculus gigi, hal ini dikarenakan bakteri ini mampu merubah intracellular calcium menjadi hydroxyapatite. Sedangakan untuk bakteri Rothia dentocariosa ini ditemukan pada abscess, darah dan juga pada cairan spinal manusia.  Bakteri ini diklaim sebagai penyebab penyakit manusia, tapi belum bisa dipastikan untuk hal itu.
14. Bakteri Koliform
      Adalah jenis bakteri yang bersifat anaerob fakultatif yang tidak dapat membentuk spora, tetapi dapat memfermentasikan laktosa untuk menghasilkan asam dan gas. Ada terdapat beberapa jenis dari bakteri koliform yaitu Escherichia coli, Salmonella spp., Citrobacter, Enterobacter, Klebsiella, dll. Bakteri Koliform ini dapat ditemui pada mulut normal yang hanya sementara waktu. Meskipun hanya untuk tinggal sementara waktu, bakteri ini dapat menimbulkan infeksi pada jaringan mulut. Biasanya bakteri koliform ini sering ditemukan pada air dan juga terdapat dalam es yang tidak steril. Bakteri ini juga digunakan sebagai indikator dari kualitas air, semakin sedikit kandungan bakteri koliformnya maka kualitas air tersebut semakin baik begitu pula dengan sebaliknya.
Bakteri Haemophilus Influenzae
Sumber: Google
15. Bakteri Haemophilus Influenzae       
     Adalah bakteri yang berukuran kira-kira 1,5 µm dengan bentuk seperti rantai. Bakteri ini tidak membutuhkan oksigen untuk pertumbuhannya. Haemophilus Influenzae adalah bakteri yang sering ditemukan pada selaput mukos saluran pernapasan bagian atas pada manusia. Bakteri ini menjadi penyebab penyakit meningitis pada anak-anak dan juga bisa menyebabkan infeksi pada orang dewasa seperti faringitis, otitis media, dan sinusitis yang utama adalah meneybabkan penyakit paru kronik. Penyebaran bakteri ini biasanya secara langsung pada saat bersin atau batuk. Penyakit seperti ini bisa dicegah dengan memberikan vaksin pada anak-anak.


16. Bakteri Fusobacterium Nucleatum   
    Adalah bakteri yang bersifat anaerob atau dapat hidup tanpa oksigen dengan bentuk spindle. Bakteri ini adalah bakteri yang menyebabkan penyakit periodontal atau biasa dikenal dengan periodontitis yaitu peradangan pada mulut yang sudah sampai ke jaringan pendukung gigi yang lebih dalam. Karena bakteri ini hidup di dalam mulut, tentunya sangat merugikan bagi kita kalau kita tidak rajin untuk menjaga kesehatan mulut kita. Ternyata bakteri ini tidak hanya menyerang gigi saja, tetapi juga menyerang gusi. Yang lebih parahnya apabila bakteri ini menyerang ibu hamil, maka akan berdampak pada janin tersebut bahkan bisa menyebabkan keguguran.
Nah, itu dia bakteri yang mendiami mulut kita guys, mengerikan bukan? Ternyata begitu banyak bakteri yang mendiami mulut kita ya, jadi serem nih. Tapi jangan khawatir ya guys, kita bisa menjaganya kok. Yaitu menyikat gigi 2 kali sehari itu paling minimal dan periksalah kesehatan mulut kita termasuk gigi 6 bulan sekali, agar kesehatan mulut kita terjaga dan terhindar dari bakteri-bakteri tersebut. Setelah kita mengetahui jenis-jenis bakteri yang tinggal di dalam mulut kita, maka kitapun harus menjaganya agar terhindar dari masalah-masalah mulut yang sangat mengganggu aktivitas kita.
Apabila masih ada yang belum dimengerti silahkan saja sobat tanyakan melalui kotak komentar yang tersedia di bawah ini, saya akan berusaha untuk merespon dengan cepat dan tepat. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat dan berguna bagi kalian semua. Terima kasih telah berkunjung di halaman ini, etss….jangan lupa di like, follow, dan komentarnya ya….ditunggu. Salam sehat….

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "16 Bakteri Penghuni Mulut yang Mengerikan"

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....