MPASI Instan dan Rumahan, Mana lebih baik untuk si kecil?

Mengingat makanan pendamping ASI atau MPASI ini memang sangat dibutuhkan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangan bayi. Sekarang ini banyak beredar MPASI yang instan, sehingga dapat memudahkan para ibu untuk memberi makan pada anaknya.


MPASI instan dan rumahan
Sumber : Google

Akan tetapi, dalam memilih MPASI yang instan tersebut perlu berhati-hati. Karena banyak beredar makanan bayi yang tidak memiliki izin BPOM dan juga lebih parahnya lagi makanan tersebut tidak melalui uji lab kelayakan pangan dan dikatakan juga mengandung bakteri e coli yang berbahaya untuk balita. Ih, jadi takutkan untuk memberikannya pada buah hati!

Memang tidak ada larangan bagi Anda untuk membeli makanan bayi dalam bentuk instan. Namun sebaiknya Anda perlu waspada dalam pemilihan produk bayi dan kandungan yang ada di dalamnya. Lalu, apakah ada kelebihan ataupun kekurangan antara  makanan bayi produksi pabrikan yang instan dengan makanan bayi yang dibuat sendiri di rumah? Simak ulasan berikut ini, agar lebih mengetahui mana yang terbaik untuk buah hati Anda.

MPASI Instan (Makanan Pengganti ASI dalam bentuk Instan)

MPASI instan dan rumahan
Sumber : Google

Jika Anda termasuk ibu yang lebih senang dengan hal yang praktis maka makanan bayi jenis instan biasanya menjadi pilihan yang utama, bukan? Sekarang ini sudah banyak jenis makanan untuk bayi dengan berbagai varian rasa yang mudah ditemukan di supermarket, warung, ataupun toko. Bahkan merek produk yang menjual MPASI dengan berbagai varian rasa ini juga bermacam-macam. Tentunya produk-produk tersebut harus melalui uji lab dan uji kelayakan untuk dikonsumsi oleh balita. Hasil uji lab tersebut biasanya akan dikeluarkan oleh pihak BPOM sebagai aparatur negara yang sudah menjamin layak atau tidaknya suatu makanan untuk dikonsumsi oleh masyarakat.

Akan tetapi dibalik amannya suatu produk, Anda masih perlu memperhatikan kandungan yang terdapat dalam produk tersebut. Makanan yang mengandung kadar gula dan lemak yang cukup tinggi tentunya tidak baik untuk anak Anda. Andapun dapat membandingkan angka kecukupan gizi dan kadar bahan lainnya yang terkandung di dalam MPASI tersebut, yang biasanya tercantum di bagian box bungkus produk MPASI tersebut.

Nah, seperti yang telah kita ketahui bahwa makanan yang instan tersebut tentunya bisa lebih awet untuk bertahan dalam beberapa waktu sesuai dengan tanggal kedaluwarsanya karena ada kandungan bahan pengawet di dalamnya. Bahan pengawet tersebut merupakan salah satu penyedap rasa yang diklaim sebagai MSG. Akan tetapi berdasarkan Joint FAO atau WHO Expert Commite on Food Additives (JECFA) termasuk ke dalam kategori Acceptable Daily Intake (ADI) Not Specified, yang mana memiliki arti bahwa MSG tersebut masih aman untuk dikonsumsi oleh bayi. Dengan catatan diberikan dalam batasan yang masih wajar ataupun normal dan tentunya dengan cara yang sesuai dengan anjuran.

Sebenarnya ada atau tidaknya kandungan MSG yang ada di dalam produk makanan balita tersebut masih membingungkan. Tekstur makanan yang berupa tepung dengan sistem pembuatan freeze dryning juga bisa membuat suatu makanan bisa awet bertahan hingga berbulan-bulan lamanya. Akan tetapi, ada pula produk MPASI yang tidak mengandung bahan pengawet yang sudah telah teruji kelayakan BPOM.

MPASI rumahan (Makanan Pengganti ASI buatan rumahan)

MPASI instan dan rumahan
Sumber : Google


Sedangkan untuk MPASI yang Anda buat sendiri di rumah untuk anak Anda, tentunya makanan tersebut terjamin keamanannya dan juga menyehatkan. Karena dari segi keamanan dan kebersihannya memang lebih terjamin dari pada menggunakan produk instan. Meskipun begitu,  Anda juga perlu memperhatikan saat buah hati Anda tidak menyukai masakan yang Anda buat tersebut. Mungkin saja masakan yang Anda buat tidak cocok dengan selera anak Anda. Untuk itu perlu memerhatikan metode memasak dan jenis sayuran dan buah yang akan diolah. Sudah tepat atau belum dalam memadukan sayuran satu dengan yang lain, dan yang pasti mengetahui makanan kesukaan buah hati Anda, ya!

Memasak makanan untuk bayi di rumah memang lebih higienis, tapi jika salah dalam mengolahnya maka kandungan lauk pauk dan gizinyapun bisa saja hilang. Bukan hanya itu saja, biasanya jika Anda tidak memberikan variasi kandungan pada MPASI yang Anda olah sendiri di rumah juga bisa berpengaruh pada kurangnya pemenuhan kebutuhan gizi anak Anda. Berbeda dengan MPASI instan yang biasanya akan lebih banyak dicampurkan berbagai gizi dalam satu makanan padat yang disajikan. Maka dari itu, bagi Anda yang lebih senang membuat MPASI rumahan juga perlu memperhatikan kandungan gizinya, terutama zat besi agar kebutuhan nutrisi anak tetap terjamin.

Pada dasarnya, memberikan MPASI instan ke buah hati Anda sah saja sih! Akan tetapi, jangan biasakan anak untuk selalu mengonsumsi makanan yang instan. Andapun dapat memberikan variasi rasa juga asupan makanan lainnya, seperti pada jus buah atau rebusan sayuran lain. Selain sebagai menambah kebutuhan nutrisi, anak juga bisa berlatih menggigit dan mengaktifkan indra pengecapnya menjadi lebih baik.

Jangan menyerah ketika si kecil menolak makanan yang Anda buat sendiri. Cobalah untuk memilih bahan makanan serta cara mengolah yang lainnya. Dalam membuat makanan tersebut sebaiknya jangan dulu menambahkan perasa seperti garam dan gula pada makanan si kecil,  karena sebenarnya anak masih belum memerlukan kedua rasa tersebut di dalam tubuhnya. Maka dari itu, pilih saja bahan makanan yang mengandung rasa manis serta gurih yang alami. Selamat mencoba.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "MPASI Instan dan Rumahan, Mana lebih baik untuk si kecil?"

Post a Comment

Pembaca yang Bijak adalah Pembaca yang selalu Meninggalkan Komentarnya Setiap Kali Membaca Artikel. Diharapkan Komentarnya Yah.....